KURIKULUM PELATIHAN

PENILAI GUGUS KENDALI MUTU (GKM)

RUMAH SAKIT

 

 

I.   PENDAHULUAN

 

Penerapan Sistem Manajemen Mutu dapatlah diibaratkan suatu perjalanan yang sangat panjang dan tidak berkesudahan. Dimulai sejak awal perjalanan, yaitu kesepakatan (komitmen) dari manajemen untuk mengabdopsi sistem ini, kemudian dilanjutkan dengan persiapan-persiapan sebelum penerapan (mengenal, belajar dan berlatih), dan setelah itu dilaksanakanlah penerapatannya, dengan tujuan akhir yang ingin dicapai adalah ”sukses jangka panjang” melalui Kepuasan Pelanggan dan diri sendiri.

 

Sangatlah wajar bila dalam suatu perjalanan yang begitu panjang, pada suatu saat atau titik tertentu, sejenak kita berhenti untuk melihat kebelakang dan membuat  evaluasi terhadap apa saja yang telah kita kerjakan sebelumnya. Apakah pekerjaan yang telah kita lakukan tidak menyimpang ?, Adakah kendala-kendala yang harus diwaspadai ? dan lain sebagainya. Begitu pulalah yang seharusnya dilakukan dalam perjalanan penerapan PMT (Pengendalian Mutu Terpadu), pada suatu saat  haruslah dilakukan evaluasi terhadap program Peningkatan Mutu. Tujuannya adalah agar dapat memantau, memastikan dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.

 

Melakukan penganalisaan dan penilaian terhadap pelaksanaan penerapan “Program Peningkatan Mutu” disebut dengan “Audit Mutu”. Dari Audit mutu, manajemen akan mendapat masukan untuk :
A. Menilai kedalaman komitmen.

B. Meningkatkan mutu perencanaan Program Peningkatan Mutu Institusi.

 

Sistem Penilaian GKM adalah salah satu bagian dari “Audit Mutu” yang biasa dilakukan, untuk memantau sejauh mana efektifitas kegiatan GKM dalam pelaksanaannya. Disamping itu makna yang lebih mendalam dari penilaian ini adalah bahwa melaui penilaian GKM, berarti menganalisis keberhasilan atau bahkan kelemahan-kelemahan yang masih ada dalam perjalanan kegiatan GKM.

Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa Sistem Penilaian GKM merupakan sarana untuk :

1. Mengidentifikasi “keberhasilan”yang telah dicapai GKM, sehingga memungkinkan untuk ditindaklanjuti dengan “pemberian penghargaan” (rewards)

2.   Memantau    kelemahan-kelemahan  yang masih  ada,       sehingga        memungkinkan untuk ditindaklanjuti dengan “Pembinaan GKM” yang    lebih intensif. 

 

Atas dasar uraian tersebut, maka Pusdiklat sebagai Penanggung jawab Diklat di Lingkungan Departemen Kesehatan,  perlu untuk membuat suatu pedoman penyelenggaraan  Pelatihan Penilai Gugus Kendali Mutu (GKM) 

, yaitu dalam bentuk kurikulum Pelatihan Penilai GKM-RS.

 

 

II.  S AS A R A N

           

Sasaran diklat ini adalah petugas/karyawan Rumah Sakit yang akan ditunjuk menjadi penilai GKM rumah sakit. dengan kriteria :

 

Kriteria pokok      

- Memahami dengan baik Konsep MUTU dan PENGENDALIAN MUTU

-  Menguasai, memahami, menghayati dan mempunyai pengalaman langsung dalam proses PDCA Delapan Langkah dan Penggunaan Teknik Kendali Mutu

 

Kriteria pendukung 

 

-  Pernah mengikuti Diklat Fasilitator

-  Pernah menjadi fasilitator

-  Menjabat sebagai pengurus/Pembina PMT-GKM

 

III.     PERAN dan FUNGSI PENILAI GKM

 

Faktor yang utama dan menentukan dalam suatu penilaian ialah “ORANG YANG MENILAI” sebaik dan sesempurna apapun suatu sistem penilaian, dalam pelaksanaannya sangat dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan, pengalaman, paradigma dan visi dari SI penilai.

 

Ada dua hal pokok yang harus dimiliki oleh seorang penilai, yaitu :

1. Mengetahui tata laksana dan teknis pelaksanaan penilaian

2. Mempunyai Pengetahuan dan kedalaman pengenalan objek yang             dinilai.

 

Seorang penilai yang baik haruslah mampu melakukan tugasnya sedemikian rupa, sehingga hasil penilaian GKM tersebut menjadi sarana bagi manajemen untuk  menindaklanjuti sistem penghargaan.

Penilai harus mampu menunjukkan kekurangan dan kekuatan suatu “Proyek Peningkatan Mutu” yang telah dilaksanakan oleh GKM, secara apa adanya; bahkan masukan-masukan seorang penilai akan bermanfaat bagi manajemen untuk evaluasi, bahkan lebih jauh lagi, bisa menjadi tolak ukur dalam program pengembangan selanjutnya.

 

Secara umum, penilai akan berperan dalam hal-hal sebagai berikut :

 

1. Memberikan hasil akhir penilaian

2. Membuat kesimpulan penilaian

3. Memberikan evaluasi untuk perbaikan

4. Mengajukan sustu usul, sehubungan dengan hasil penilaian

5. Menjadi bagian dari Tim Penilai Pengendalian Mutu Organisasi.

 

 

 

  IV. KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN

 

1.     Memahami dan mampu menerapkan Delta dalam mengembangkan  GKM

2.     Mampu menilai GKM dengan cara Sistem Penilaian GKM- PDCA Approach

3.     Mampu memberikan masukan untuk perbaikan berdasarkan penilaian yang dilakukan

 

V.    T U J U A N

 

   Umum   :        Meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam melakukan penilaian GKM

 

   Khusus :

 

1.     Mampu memahami konsep DELTA

2.     Memahami konsep Penilaian

3.     Mampu  Melakukan Penialaian GKM - PDCA Approach

4.     Mampu Menilai makalah suatu GKM.

5.     Mampu Melakukan Wawancara terhadap anggota gugus pada suatu GKM

6.     Mampu  menilai hasil presentasi suatu GKM

7.     Mampu menyamakan persepsi dalam penilaian GKM

 

VI.  STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN

 

Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan telah disusun materi yang akan diberikan yang tertuang di dalam struktur program pelatihan yaitu sebagai berikut :

 

NO.

M A T E R I

T

L

P

JML

A.

MATERI DASAR

1. Konsep Mutu GKM

 

3

 

3

 

-     

 

6

B.

 

 

 

 

 

MATERI INTI

1.      Pedoman umum penilaian

2.      Teknik Penilaian Risalah

1.     Teknik Wawancara

2.     Teknik Observasi Presentasi dan

       Lapangan

 

4

4

3

3

 

 

-

9

5

5

 

 

-

-

-

-

 

 

4

13

8

8

 

C.

 

MATERI PENUNJANG

1.     Dinamika Kelompok.

2.   Teknik umpan Balik

 

-

2

 

3

-

 

-

-

 

3

2

D.

LAIN-LAIN

1.     Pre test/post test

2.     Pembukaan & penutupan

3.     Rangkuman

 

2

2

2

 

-

-

-

 

-

-

-

 

2

2

2

 

 

J U M L A H

 

25

 

 

25

 

 

50

 


VII. PELATIH

       Pelatih adalah Widyaiswara atau Tim pelatih Gugus Kendali Mutu (GKM)

       dengan Kriteria  :

1.      Telah mengikuti Pelatihan Up Grading Tim Penilai GKM yang diselenggarakan oleh PMMI

2.      Pernah menjadi penilai GKM

 

 

VIII.  PROSES DAN METODOLOGI  PELATIHAN

 

 

HARI 1

HARI 2-5

HARI 5

 

n      DK

n      Konsep Mutu GKM

 

 

 

n      Pedomaan  umum penialaian

n      Teknik Menilai Risalah

n      Teknik Wawacara

n      Teknik  menilai

           presentasi

          

 

 

 

n      Penyamaan Persepsi

n      Teknik Umpan Balik

 

 

 

 

 

 

 

 

      PENU-

      TUPAN

n      C T J

n      Diskusi

n      Curah pendapat

n      C T J

n      Demontrasi

n      Diskusi

 

 

 

IX. GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)

 

Untuk setiap  materi pelatihan dikembangkan sessi yang dinamis sesuai dengan GBPP sebagai berikut (terlampir)

 

 

X.   E V A L U A S I

 

1.      Evaluasi Peserta

 

               Evaluasi peserta dilakukan terhadap :

 

a.      Penjajagan awal melalui pre test

b.      Kemampuan peserta melalukan penialain GKM

c.      Kemampuan peserta menyamakan persepsi dalam Tim

 

2. Evaluasi terhadap Widyaiswara dan atau Pelatih

 

           Penilaian (evaluasi) ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh seorang Widyaiswara dan atau pelatih melaksanakan tugasnya, dalam arti bahwa ia mampu menyampaikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dengan baik, dapat dipahami dan diserap oleh peserta.

Juga dimaksudkan untuk mengukur keberhasilan diklat dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.

Dalam evaluasi ini yang dinilai adalah unsur-unsur :

 

a.     Penguasaan materi;

b.     Ketepatan waktu;

c.     Sistematika penyajian;

d.     Penggunaan metode dan alat bantu;

e.     Daya simpatik, gaya dan sikap terhadap peserta;

f.       Pencapaian tujuan instruksional.

 

3.     Evaluasi terhadap Penyelenggara :

 

           Evaluasi dilakukan oleh peserta terhadap pelaksana diklat, obyek evaluasi adalah pelaksanaan administrasi dan akademis, yang meliputi :

 

a.     Tujuan diklat

b.     Relevansi program diklat dengan tugas;

c.     Manfaat setiap mata sajian bagi pelaksanaan tugas;

d.     Manfaat diklat bagi peserta/instansi;

e.     Mekanisme pelaksanaan diklat;

f.       Hubungan peserta dengan pelaksanaan diklat;

g.     Pelayanan sekretariat terhadap peserta;

h.     Pelayanan akomodasi dan lainnya;

i.       Pelayanan konsumsi;

j.        Pelayanan kesehatan.

 

 

XI. SERTIFIKASI

 

Kepada peserta yang dinyatakan lulus dalam mengikuti diklat, akan diberikan sertifikat yang dikeluarkan oleh Pusdiklat Pegawai Departemen Kesehatan RI.

    

 

Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP)